BUDAYA LOKAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MODERAT: PERSPEKTIF INTERPRETIVISME SIMBOLIK

Authors

  • Andi Arifah Stain Majene
  • M. Dalip Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Keywords:

local culture, religious moderation, Islamic religious education, symbolic interpretivism

Abstract

Artikel ini mengkaji integrasi budaya lokal dalam Pendidikan Agama Islam moderat melalui perspektif interpretivisme simbolik. Kajian ini berangkat dari kecenderungan praktik moderasi beragama dalam dunia pendidikan yang sering diimplementasikan secara normatif dan berorientasi pada indikator, sehingga kerap terlepas dari pengalaman kultural nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan menjelaskan budaya lokal sebagai sistem simbol dalam PAI serta menganalisis bagaimana interpretivisme simbolik dapat memperkuat integrasi budaya lokal dalam PAI moderat. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis karya-karya ilmiah, dokumen kebijakan, dan teks-teks teoretik yang berkaitan dengan budaya, pendidikan, dan moderasi beragama. Analisis dilakukan secara tematik interpretatif yang berlandaskan interpretivisme simbolik Clifford Geertz. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya lokal berfungsi sebagai medium simbolik yang bermakna, di mana nilai-nilai Islam ditafsirkan, dinegosiasikan, dan diinternalisasi oleh peserta didik. Oleh karena itu, moderasi beragama tidak seharusnya hanya dipahami sebagai seperangkat indikator normatif, melainkan sebagai proses dialog simbolik yang berkelanjutan antara ajaran Islam dan praktik budaya. Ilustrasi tradisi Maulid Nabi dalam budaya Mandar, seperti Saiyang Pattuqduq dan Massiara, memperlihatkan bahwa simbol budaya dapat menopang nilai moderasi berupa syukur, penghormatan, kebersamaan, silaturahmi, dan keseimbangan sosial. Analisis terhadap tradisi ini menggambarkan peran konstruktif budaya dalam menumbuhkan sikap keberagamaan moderat, sekaligus mengungkap risiko terjadinya pergeseran makna simbolik ketika praktik budaya kehilangan substansi religiusnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAI moderat akan menjadi lebih substantif apabila pendidik dan peserta didik secara kolektif bersama berbagai pihak dalam masyarakat memosisikan budaya lokal sebagai sistem simbol yang hidup dan memfasilitasi proses pemaknaan reflektif.

Kata kunci: Budaya Lokal, Interpretivisme Simbolik, Moderasi Beragama, Pendidikan Agama Islam

Downloads

Published

30-06-2025