HUBUNGAN BURNOUT DAN ENGAGEMENT MAHASISWA PERGURUAN TINGGI ISLAM

Authors

  • Delfina Gemely IAIN Bone
  • Achmad Taqlidul Chair Fachruddin STAIN Majene
  • Abdurrahman IAIN Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.46870/elfakhru.v5i1.2012

Keywords:

Burnout, Engagement, Pendidikan Tinggi Islam, Nilai-Nilai Keagamaan.

Abstract

Abstrak

Burnout dan engagement merupakan dua konstruk psikologis yang saling berlawanan dan memiliki peran signifikan dalam menentukan capaian akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara burnout dan engagement pada mahasiswa, mengingat kajian mengenai kedua variabel tersebut masih relatif terbatas dalam konteks pendidikan tinggi Islam. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan melibatkan 169 mahasiswa program sarjana dari tiga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Data dikumpulkan menggunakan School Burnout Inventory (SBI) dan Utrecht Work Engagement Scale for Students (UWES-S), kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif dan korelasi peringkat Spearman. Berdasarkan distribusi frekuensi skor burnout pada 169 responden, sebagian besar mahasiswa berada pada kategori burnout sedang, dengan konsentrasi tertinggi pada interval 24,1–31,5 yang mencakup 61 responden (36,1%). Sementara itu, distribusi frekuensi skor engagement menunjukkan bahwa mayoritas responden juga berada pada kategori engagement sedang, khususnya pada interval 33,7–38,4 dengan jumlah 53 responden (31,4%). Hasil analisis korelasi peringkat Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar ρ = −0,303 dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (p < 0,01), yang mengindikasikan adanya hubungan negatif yang signifikan antara burnout dan engagement. Besaran koefisien tersebut menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara kedua variabel berada pada kategori rendah hingga sedang. Arah hubungan yang negatif mengisyaratkan bahwa peningkatan tingkat burnout berkorelasi dengan penurunan tingkat engagement, dan sebaliknya, penurunan burnout berkaitan dengan peningkatan engagement. Temuan menunjukkan bahwa meskipun nilai-nilai keagamaan dan spiritual secara normatif diharapkan mampu memperkuat ketahanan mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik, keberadaan mahasiswa dengan tingkat burnout sedang hingga tinggi mengindikasikan adanya kesenjangan antara ajaran religius yang disampaikan secara formal dan kondisi psikologis yang dialami mahasiswa. Hal ini menegaskan bahwa internalisasi nilai keagamaan semata belum memadai tanpa dukungan institusional yang sistematis. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan intervensi holistik di lingkungan PTKIN yang mengintegrasikan pendidikan agama dengan dukungan akademik, layanan psikologis, serta strategi penanggulangan stres yang praktis, guna menurunkan risiko burnout dan meningkatkan engagement serta keberhasilan akademik mahasiswa.

Kata Kunci: Burnout, Engagement, Pendidikan Tinggi Islam, Penelitian Korelasi, Nilai-Nilai Keagamaan.

Downloads

Published

2025-12-27

Issue

Section

Articles