NILAI-NILAI DAKWAH DALAM TRADISI TOYANG ROENG PADA MASYARAKAT MANDAR DI KELURAHAN TANDE KECAMATAN BANGGAE TIMUR

Authors

  • Hamdi STAIN MAJENE
  • Aldiawan STAIN MAJENE
  • Muh. Aswad STAIN MAJENE

DOI:

https://doi.org/10.46870/jkpi.v5i2.2033

Keywords:

Dakwah, Tradisi, Toyang Roeng, Mandar

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pelaksanaan tradisi toyang roeng pada masyarakat mandar di kelurahan tande kecamatan banggae timur, apa saja nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam tradisi toyang roeng. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang membangun makna berdasarkan data lapangan dengan menggunakan pendekatan dakwah kultural. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan. Hasil Penelitian yaitu tahapan toyang roeng: pertama; macco’bo/menempelkan serbuk emas ke kening kedua mempelai, kedua; membaca doa. ketiga; pengantin pria dan wanita menaiki toyang roeng. Nilai-nilai dakwah dalam tradisi toyang roeng yaitu pertama; nilai akidah yakni: (a) membaca doa sebelum menaiki toyang roeng sebagai bentuk keyakinan dan rasa syukur kepada Allah, (b) lima kali putaran toyang roeng disimbolkan kepada lima rukun Islam.  kedua; nilai syariah yakni: (a) gotong royong sebagai manifestasi dari sikap kekeluargaan yang diajarkan dalam agama Islam, (b) empat tempat duduk pada toyang roeng digambarkan atau disimbolkan kepada empat sahabat nabi dan empat mazhab yang diyakini oleh umat Islam, (c) menjalin ukhuwah Islamiyah. ketiga; nilai akhlak yakni: (a) saling menghormati/berbicara dengan lemah lembut, (b) menjalin silaturahmi.

Downloads

Published

2025-12-31