ISLAMIC EDUCATION IN THE POST-TRUTH ERA: ROLES AND CHALLENGES OF DIGITAL LITERACY FOR GENERATION Z

Authors

  • FINTA NUR FEBRIANA UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Nur Khasanah UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.46870/elfakhru.v4i2.1930

Keywords:

Pendidikan Islam, literasi digital, generasi Z, era post-truth

Abstract

Perkembangan teknologi digital abad ke-21 membawa dampak besar bagi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), terutama di era post-truth ketika opini dan emosi lebih berpengaruh daripada fakta objektif. Generasi Z hidup di tengah arus informasi tanpa batas sehingga membutuhkan literasi digital yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga kritis, etis, dan reflektif (Gilster, 1997; Rheingold, 2012). Dalam Islam, literasi selaras dengan perintah iqra’ yang menekankan pemahaman realitas berdasarkan wahyu untuk melahirkan generasi berilmu dan berakhlak. Literasi digital Islami berperan membentuk karakter melalui nilai tabayyun (klarifikasi), amanah (tanggung jawab), dan hikmah (kebijaksanaan) dalam bermedia. Tantangan utama pendidikan Islam di era ini meliputi relativisme kebenaran, melemahnya otoritas keagamaan, serta minimnya integrasi literasi digital dalam kurikulum PAI. Karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran berbasis teknologi seperti Learning Management System (LMS), gamifikasi, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Artificial Intelligence (AI) yang berlandaskan nilai Islam dan prinsip adab al-‘ilm (etika pengetahuan). Dengan demikian, pendidikan Islam diharapkan mampu melahirkan generasi Z yang tidak hanya cerdas digital, tetapi juga beriman, berakhlak, dan beretika di tengah disrupsi informasi global.

Kata Kunci: Pendidikan Islam, literasi digital, generasi Z, era post-truth

Downloads

Published

2026-01-08

Issue

Section

Articles