KESENJANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA: ANALISIS SOSIOLOGIS TERHADAP FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN AKSES PENDIDIKAN

Authors

  • Lathifatus Sa Diyyah Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.46870/elfakhru.v4i2.1919

Abstract

This study aims to analyze educational disparities in Indonesia from a sociological perspective, highlighting the influence of socio-economic factors, infrastructure, culture, and government policies. Educational disparity is understood as the inequality in access, quality, and learning outcomes experienced by individuals or social groups due to differences in social and economic conditions. This study employs a descriptive qualitative method with a library research approach, where data were obtained from various scientific literature sources, including journals, books, and educational policy documents. The findings indicate that economic factors are the dominant cause of educational disparities, as low-income families often struggle to meet their children’s educational needs. In addition, limited infrastructure and educational facilities in remote areas exacerbate these inequalities. Social and cultural factors also play a role, particularly in rural communities that still hold traditional views on education, especially for girls. The government has made various efforts to reduce educational disparities through programs such as the Smart Indonesia Card (KIP), the Merdeka Curriculum policy based on Ministerial Regulation No. 12 of 2024, and teacher competency improvement through the Merdeka Mengajar Platform and the Continuing Professional Development (PKB) Program. This study concludes that achieving educational equity in Indonesia requires sustained collaboration among the government, society, and educational institutions to establish a fair, inclusive, and socially just education system.

Keyword: educational disparities, socio-economic factors, education policy, Merdeka Curriculum, social justice

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan pendidikan di Indonesia dari perspektif sosiologis dengan menyoroti pengaruh faktor sosial ekonomi, infrastruktur, budaya, dan kebijakan pemerintah. Kesenjangan pendidikan dipahami sebagai ketidaksetaraan akses, kualitas, dan hasil belajar yang dialami oleh individu atau kelompok masyarakat akibat perbedaan kondisi sosial dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), di mana data diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah seperti jurnal, buku, serta dokumen kebijakan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi menjadi penyebab dominan terjadinya kesenjangan pendidikan, karena keluarga berpenghasilan rendah seringkali tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Selain itu, keterbatasan infrastruktur dan fasilitas pendidikan di daerah terpencil memperburuk ketimpangan tersebut. Faktor sosial dan budaya juga berpengaruh, terutama pada masyarakat pedesaan yang masih memiliki pandangan tradisional terhadap pendidikan, khususnya bagi anak perempuan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi kesenjangan pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP), kebijakan Kurikulum Merdeka berdasarkan Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024, serta peningkatan kompetensi guru melalui Platform Merdeka Mengajar dan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemerataan pendidikan di Indonesia membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk mewujudkan sistem pendidikan yang adil, inklusif, dan berkeadilan sosial.

Kata kunci : Kesenjangan Pendidikan, Faktor Sosial Ekonomi, Kebijakan Pendidikan, Kurikulum Merdeka, Keadilan Sosial

Downloads

Published

2025-12-29

Issue

Section

Articles