Hadis Ekologi dalam Perpektif Yusuf al-Qaradawi dan Implementasinya pada Masyarakat Pesisir Campalagian
DOI:
https://doi.org/10.46870/jiat.v7i2.2112Keywords:
Hadis Ekologis, Yusuf al-Qaradawi, Hifz al-Bi'ah, Maqasid al-Syari'ah, Masyarakat PesisirAbstract
Krisis lingkungan modern mencerminkan renggangnya relasi harmonis manusia dan alam. Dalam Islam, persoalan lingkungan tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga teologis dan etis. Hadis Nabi saw. memuat prinsip-prinsip pemeliharaan lingkungan, seperti larangan merusak, anjuran menjaga kebersihan, perlakuan etis terhadap makhluk hidup, dan perintah memakmurkan bumi. Namun, pemahaman dan implementasi hadis-hadis tersebut di masyarakat masih parsial dan belum sepenuhnya merespons problem lingkungan kontemporer.
Artikel ini menganalisis konstruksi pemahaman hadis ekologis dalam pemikiran Yusuf al-Qaradawi serta relevansi dan implementasinya pada masyarakat pesisir Campalagian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan yang dipadukan dengan analisis kontekstual realitas sosial-ekologis masyarakat pesisir. Data primer bersumber dari karya al-Qaradawi, khususnya Kaifa Nata’a>mal ma‘a al-Sunnah al-Nabawiyyah dan Ri’a>yah al-Bi>’ah fi> Syari>‘ah al-Isla>m, didukung literatur ekologi Islam dan data kondisi lingkungan setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qaradawi menawarkan metodologi pemahaman hadis ekologis yang komprehensif melalui keselarasan hadis dengan al-Qur’an, pendekatan tematik, analisis konteks historis dan kebahasaan, pembedaan tujuan dan sarana, serta integrasi maqāṣid al-syarī‘ah. Prinsip-prinsip ini relevan bagi masyarakat pesisir Campalagian, namun implementasinya masih terkendala rendahnya kesadaran ekologis, keterbatasan infrastruktur, dan kebiasaan sosial yang belum sejalan dengan etika lingkungan Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Yusuf al-Qaradawi memberikan landasan metodologis dan normatif penting bagi pengembangan etika lingkungan Islam serta penguatan implementasi hadis ekologis dalam kehidupan masyarakat pesisir.
References
bin Al-Hajjaj, Imam Abi al-Husain Muslim, dan Ibn Muslim al-Qushayri An-Naysaburi, Al-Musnad Al-Ṣaḥīḥ Al-Mukhtaṣar Bi Naql Al-ʻAdl ʻan Al-ʻAdl Ilā Rasūl Allāh Ṣallā Allāh ʻalaih Wasallam., ed. oleh Muḥammad ʻIzzat ibn ʻUṡmān al-Zaʻfarān Muḥammad ibn Rifʻat ibn ʻUṡmān Ḥilmiy dan Abū Niʻmah Allāh Muḥammad Syukriy, 1 ed. (Dār Ṭauq al-Najāt, 2013)
——, Al-Musnad Al-Ṣaḥīḥ Al-Mukhtaṣar Bi Naql Al-ʻAdl ʻan Al-ʻAdl Ilā Rasūl Allāh Ṣallā Allāh ʻalaih Wasallam, ed. oleh Muḥammad ʻIzzat ibn ʻUṡmān al-Zaʻfarān Muḥammad ibn Rifʻat ibn ʻUṡmān Ḥilmiy dan Abū Niʻmah Allāh Muḥammad Syukriy, 5 ed. (Dār Ṭauq al-Najāt, 1433)
bin al-Mugīrah al-Ju’fī Al-Bukhārī, Abū ‘Abdillāh Muḥammad bin Ismā’īl bin Ibrāhīm, Al-Jāmi’ al-Musnad al-Ṣaḥīḥ al-Mukhtaṣar Min Umūr Rasūlullāh Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam Wa Sunanih Wa Ayyāmih, ed. oleh Muḥammad Zuhair bin Nāṣir Al-Nāṣir (Dār al-Ṭauq al-Najāh, 1422)
Al-Qaradawi, Yusuf, Bagaimana memahami hadits nabi saw (Terj. Muhammad al-Baqir), ed. oleh Muhammad Al-Baqir (Bandung Karisma, 1995)
——, Islam Agama Ramah Lingkungan (Terj. Abdullah Hakam Shah, Dkk), ed. oleh Dkk Abdullah Hakam Shah, 1 ed. (Pustaka Al-Kautsar, 2002)
——, Ri’a>yah al-Bi>’ah fi> Syari>‘ah al-Isla>m (Daar al-Syuruq, 2001)
Gassing, Abdul Qadir, Etika Lingkungan dalam Agama Islam, ed. oleh Muljono Damopolii (Alauddin University Press, 2011)
Mandar, Badan Pusat Statistik Kabupaten Polewali, Kecamatan Campalagian Dalam Angka 2024, ed. oleh Evi Arianti (BPS Kab. Polewali Mandar, 2024)
Muhtarom, Ali, “Pendidikan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hadis (Membangun Kesadaran Pendidikan dalam Melestarikan Lingkungan),” An-Nidam Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam, 3 (2016), hal. 14–34
Mustaqim, Abdul, “Teologi bencana dalam perspektif Al-Qur’an,” Nun: Jurnal Studi Alquran Dan Tafsir Di Nusantara, 1.1 (2015)
Rahmasari, Bekti, “Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan dalam Perspektif Hadis” (Pascasarjana Fakultas Ushuluddin, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2017)
Sabarisman, Muslim, “Identifikasi dan pemberdayaan masyarakat miskin pesisir,” Sosio Informa, 3.3 (2017)
Saputra, Ahmad Sarip, “Hifdh Al-Bīʻah Sebagai Bagian Dari Maqāṣid Al-Sharī’ah”” (UIN Sunan Ampel Surabaya, 2020)








