Meningkatkan Partisipasi Orang Dewasa untuk Membangun Budaya Literasi Anak melalui Pelatihan Praktik Read Aloud
DOI:
https://doi.org/10.46870/jam.v4i2.2124Keywords:
Partisipasi, Budaya literasi, literasi anak, read aloudAbstract
Rendahnya minat baca anak menjadi salah satu tantangan dalam penguatan budaya literasi di masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat baca sejak dini adalah melalui penerapan teknik membaca nyaring (read aloud). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun budaya literasi anak melalui pelatihan teknik read aloud. Kegiatan dilaksanakan tanggal 26 April 2025 di Perpustakaan Yayasan Salili Mandar dengan kiriteria peserta pelatihan usia 17 tahun ke atas. Peserta terdiri atas siswa tingkat SMA, Mahasiwa, Guru dan Penggiat Literasi Kabupaten Majene. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan praktik langsung, yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan membaca nyaring dalam tiga sesi (awal, saat, dan setelah membaca), serta tahap praktik dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat baca, pemahaman isi cerita serta partisipasi aktif peserta. Interaksi dua arah yang terbangun selama kegiatan membaca nyaring mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung perkembangan kemampuan berbahasa dan kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam membangun budaya literasi. Dengan demikian, Pelatiah menbaca nyaring/ teknik read aloud dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan partisipasi orang dewasa untuk membangun budaya literasi anak secara berkelanjutan.




