PENGUATAN KAPASITAS PENGELOLA DAN PENGGIAT BUDAYA PADA MUSEUM SANTA MARIA SEBAGAI MEDIA EDUKASI
DOI:
https://doi.org/10.46870/jam.v5i1.2053Keywords:
penggiat budaya, museum, santa maria, penguatanAbstract
Museum sebagai institusi budaya memiliki peranan penting dalam pelestarian, pendidikan, dan penguatan identitas budaya suatu daerah. Museum Mini Santa Maria merupakan klinik kesehatan tertua di Metro yang berdiri sejak tahun 1938, dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak pertengahan tahun 2021. Pendampingan dan penguatan kapasitas pelaku budaya (mahasiswa, penggiat budaya, dan pengelola museum), merupakan strategi penting untuk mendukung pengelolaan museum yang berkelanjutan dan branding yang efektif sebagai daya tarik wisata serta pusat edukasi sejarah dan budaya. Hal ini dilakukan untuk menjawab tantangan zaman, sekaligus menginformasikan keberadaan Museum Mini Santa Maria kepada masyarakat luas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan agar para pelaku dan penggiat budaya dapat mengembangkan literasi sejarah dan budaya Kota Metro kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Metode pengabdian yang digunakan menggunakan pendekatan ABCD dengan menekankan pada pengembangan komunitas. Hasil dan capaian kegiatan pengabdian yang telah dilakukan diantaranya 1), Penguatan kapasitas pelaku budaya melalui pendampingan dan branding Museum Mini Santa Maria merupakan langkah strategis dalam pelestarian budaya dan sejarah daerah. 2) Pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan branding perlu dilakukan agar museum lebih dikenal masyarakat Metro pada khususnya dan Lampung pada umumnya. 3) Kolaborasi pemanfaatan Museum Mini Santa Maria perlu digalakkan antara pengelola dan lembaga mitra seperti pemerintah daerah, perguruan tinggi, pihak swasta, dan masyarakat serta komunitas sejarah menjadi sangat penting dalam menciptakan sinergi pemanfaatan museum sebagai sumber belajar secara efektif, massif, dan berkelanjutan. Kegiatan pendampingan pada stakeholder museum perlu digalakkan mengingat museum di Kota Metro memerlukan sosialisasi, konsolidasi, penguatan dan pendampingan kepada pengelola museum dan pelaku budaya sebagai garda terdepan dalam implementasi suatu kebijakan pemerintah seperti Ayo Kunjungi Museum. Keberadaan Museum Mini Santa Maria dapat dioptimalkan baik sebagai memori kolektif maupun sebagai alternatif sumber belajar.




