Introduksi Teknologi Fermentasi pada Produksi Banana Paper (Baper) dari Limbah Gedebog Pisang Loka Pere bagi Pemuda Karang Taruna Desa Adolang
Introduction of Fermentation Technology in the Production of Banana Paper (Baper) from Loka Pere Banana Pseudostem Waste for Youth of Karang Taruna in Adolang Village
Authors
Mufti Hatur Rahmah
Universitas Sulawesi Barat
Aisyah
Universitas Sulawesi Barat
Muh. Irham Risaldi
Universitas Sulawesi Barat
Nur Aulia
Universitas Sulawesi Barat
Riska Aprianti
Universitas Sulawesi Barat
Muhammad Yusuf
Universitas Sulawesi Barat
Erwin
Universitas Sulawesi Barat
Hairunnisa
Universitas Sulawesi Barat
Nurul Afifah Rahmadinah
Universitas Sulawesi Barat
Nurhalizah
Universitas Sulawesi Barat
Keywords:
Banana paper, gedebog pisang, limbah pertanian, Loka Pere, teknologi fermentasi
Abstract
Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Adolang bertujuan memberdayakan pemuda Karang Taruna melalui pelatihan produksi Banana Paper (Baper) berbasis limbah gedebog pisang Loka Pere. Pelatihan ini dirancang untuk menjawab masalah penumpukan limbah gedebog pisang yang belum dimanfaatkan sekaligus membuka peluang usaha kreatif ramah lingkungan bagi pemuda desa. Metode pelaksanaan meliputi pemetaan kebutuhan, penyampaian materi pengelolaan limbah, pelatihan teori dan praktik fermentasi menggunakan Trichoderma sp., pembuatan lembar Banana Paper (Baper), pengembangan produk turunan, serta sesi kewirausahaan dan pendampingan rencana usaha. Sebanyak 25 peserta dilibatkan dan dibagi dalam beberapa kelompok kecil untuk mempraktikkan seluruh tahapan produksi secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai dampak limbah dan konsep pemanfaatan serat non-kayu, serta keterampilan dalam melakukan fermentasi, mengolah pulp, dan menghasilkan lembar Banana Paper yang dapat dikembangkan menjadi produk seperti kartu, sampul buku, dan kemasan sederhana. Data angket skala Likert memperlihatkan seluruh peserta memberikan penilaian setuju dan sangat setuju terhadap relevansi materi, kejelasan penyampaian, manfaat praktik, serta kebermanfaatan sesi kewirausahaan, selaras dengan teori bahwa fermentasi dapat menjadi perlakuan biologis awal yang mendukung ekonomi sirkular. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa introduksi teknologi fermentasi yang diintegrasikan dengan pelatihan kewirausahaan mampu meningkatkan keterlibatan dan kapasitas pemuda dalam pengelolaan limbah serta dapat menjadi pendorong terbentuknya embrio usaha ramah lingkungan di tingkat desa.