Komunikasi Algoritmik dan Fenomena Privacy Paradox: Sikap Mahasiswa terhadap Targeted Advertising di Media Sosial

Authors

  • Hayana IAIN Parepare
  • Nurhakki IAIN Parepare
  • Maryam Mahasura UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta

DOI:

https://doi.org/10.46870/jstain.v8i1.2395

Keywords:

Komunikasi Algoritmik, Privacy Paradox, Targeted Advertising, Privacy Calculus

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan dalam lanskap media baru melahirkan sistem komunikasi algoritmik yang mampu menyajikan iklan terpersonal (targeted advertising) berdasarkan jejak digital pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk membedah fenomena privacy paradox di kalangan mahasiswa, yaitu adanya kesenjangan antara kecemasan privasi data dengan perilaku konsumsi digital harian.. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan kuesioner terbuka terhadap 24 mahasiswa pengguna aktif media sosial (Instagram dan TikTok). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kesadaran algoritmik (algorithmic awareness) yang tinggi dan mampu mengidentifikasi mekanisme kerja Big Data serta pelacakan jejak digital. Namun, melalui mekanisme kalkulus privasi (privacy calculus), mahasiswa melakukan kompromi kognitif. Mereka menoleransi penetrasi privasi dan risiko kebocoran data demi mendapatkan keuntungan pragmatis berupa efisiensi pencarian informasi, personalisasi konten, dan kepraktisan konsumsi ekonomi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi media kritis mahasiswa pada akhirnya bernegosiasi dan takluk di bawah kenyamanan teknologi kapitalisme pengawasan (surveillance capitalism).

Downloads

Download data is not yet available.

References

behavior in the age of information. Science, 347(6221), 509–514. https://doi.org/10.1126/science.aaa1465

Barnes, S. B. (2006). A privacy paradox: Social networking in the United States. First Monday, 11(9). https://doi.org/10.5210/fm.v11i9.1394

Fuchs, C. (2021). Social media: A critical introduction (3rd ed.). SAGE Publications.

Hall, S. (1980). Encoding and decoding in the television discourse. Dalam S. Hall, D. Hobson, A. Lowe, & P. Willis (Eds.), Culture, media, language.

Laufer, R. S., & Wolfe, M. (1977). Privacy as a concept and a social issue: A multidimensional developmental model. Journal of Social Issues, 33(3), 22–42. https://doi.org/10.1111/j.1540-4560.1977.tb01880.x

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Noble, S. U. (2018). Algorithms of oppression: How search engines reinforce racism. New York University Press.

Turow, J. (2011). The daily you: How the new advertising industry is defining your identity and your worth. Yale University Press.

Westin, A. F. (1967). Privacy and freedom. Atheneum.

Zuboff, S. (2019). The age of surveillance capitalism: The fight for a human future at the New frontier of power. PublicAffairs.

Downloads

Published

30-06-2026

How to Cite

Hayana, Nurhakki, & Maryam Mahasura. (2026). Komunikasi Algoritmik dan Fenomena Privacy Paradox: Sikap Mahasiswa terhadap Targeted Advertising di Media Sosial. AL-MUTSLA, 8(1), 388–399. https://doi.org/10.46870/jstain.v8i1.2395