Labeling Anak Pada Tahapan Identity vs Role Confusion Erik Erikson
Keywords:
Labeling; Adolescents; Identity vs Role ConfusionAbstract
Masa remaja adalah periode transisi penting yang ditandai dengan krisis dalam pencarian identitas diri (identitas vs. kebingungan peran). Pembentukan identitas selama fase ini sangat rentan terhadap reaksi lingkungan, termasuk melalui pelabelan sosial. Artikel ini bertujuan untuk meneliti pengaruh pelabelan terhadap perkembangan psikososial remaja. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis menunjukkan bahwa pelabelan secara signifikan memengaruhi konsep diri remaja. Label negatif memicu ramalan yang terpenuhi sendiri yang menjebak remaja dalam kebingungan peran dan perilaku menyimpang. Sebaliknya, label yang terlalu positif juga memiliki dampak negatif dengan mengurangi ruang untuk eksplorasi dan mengaburkan potensi sebenarnya anak-anak. Kesimpulannya, kolaborasi antara orang tua, pendidik, dan masyarakat sangat penting untuk menghindari pelabelan dan beralih ke penguatan positif yang realistis untuk mencapai identitas ego remaja yang matang.




