Makna Dukungan Teman Sebaya Terhadap Kesehatan Mental Selama Proses Perkuliahan Pada Mahasiswa BKPI Angkatan Pertama STAIN Majene
Keywords:
Kesehatan Mental, Dukungan Teman Sebaya, Proses PerkuliahAbstract
Kesehatan mental para mahasiswa adalah faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan akademik dan kesejahteraan psikologis mereka selama mengikuti perkuliahan. Mahasiswa, terutama yang termasuk angkatan pertama, mengalami periode perubahan yang ditandai dengan tuntutan akademis, penyesuaian sosial, serta tekanan emosional yang dapat menyebabkan stres dan masalah kesehatan mental. Salah satu elemen luar yang memiliki peranan signifikan dalam mempertahankan kesehatan mental mahasiswa adalah bantuan dari rekan-rekan sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arti dukungan teman sejawat dalam menjaga kesehatan mental selama masa perkuliahan bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) angkatan pertama di STAIN Majene.
Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan menggunakan desain fenomenologi guna mengeksplorasi pengalaman pribadi mahasiswa dalam memahami makna dukungan dari teman sebaya. Subjek penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yang berupa mahasiswa BKPI angkatan pertama yang memiliki pengalaman langsung mengenai dukungan dari teman sebaya selama masa perkuliahan. Pengumpulan informasi dilakukan melalui wawancara mendalam, pengamatan, dan pengumpulan dokumen. Analisis data dilakukan dengan cara interaktif melalui proses pengurangan data, penyajian data, dan pembuatan kesimpulan.
Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengartikan dukungan dari teman sebaya sebagai sumber kekuatan emosional, pendorong motivasi, serta penyangga mental dalam menghadapi tekanan dalam akademik dan kehidupan sosial. Bentuk dukungan yang dirasakan mencakup dukungan emosional dalam bentuk empati dan perhatian, dukungan informasional melalui pembagian informasi akademik, serta kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan belajar dan interaksi sosial. Dukungan tersebut membantu mengurangi tingkat stres, meningkatkan stabilitas emosi, dan memperkuat ketahanan mental mahasiswa selama masa perkuliahan. Penelitian ini menekankan betapa pentingnya menciptakan hubungan antar teman sebaya yang mendukung sebagai usaha untuk mempertahankan kesehatan mental mahasiswa di dalam lingkungan perguruan tinggi.




