Eksistensi Bahasa Arab sebagai Instrumen Epistemologis dalam Penafsiran Al-Qur'an

Authors

  • Dewi Sartika Institut Agama Islam Imam Syafi'i Indonesia
  • Resy Mulyani Institut Agama Islam Imam Syafii Indonesia
  • Siti Nurdinah Institut Agama Islam Imam Syafii Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46870/jurnalbsa.v5i2.2263

Keywords:

Bahasa Arab, Tafsir Al-Qur'an, Linguistik Al-Qur'an

Abstract

Kajian tafsir Al-Qur'an memiliki keterkaitan yang erat dengan peran bahasa Arab sebagai media teks wahyu. Bahasa Arab tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen epistemologis yang membentuk pola pikir dalam memahami pesan-pesan Allah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana unsur-unsur linguistik bahasa Arab, seperti struktur sintaksis, morfologi, retorika, dan semantik, memengaruhi proses dan hasil penafsiran Al-Qur'an. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui pendekatan linguistik dan tafsir. Data primer diperoleh dari teks Al-Qur'an dan kitab-kitab tafsir berbahasa Arab, sedangkan data pendukung diperoleh dari literatur linguistik dan jurnal akademik modern. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, dokumentasi, dan analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Arab memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan pengetahuan tafsir, di mana perbedaan struktur kebahasaan dapat menimbulkan variasi penafsiran yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap aspek-aspek linguistik merupakan prasyarat epistemologis yang tidak dapat diabaikan dalam studi Al-Qur'an. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan metodologi tafsir berbasis linguistik dan studi Al-Qur'an kontemporer.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Sartika, D. ., Resy Mulyani, & Siti Nurdinah. (2026). Eksistensi Bahasa Arab sebagai Instrumen Epistemologis dalam Penafsiran Al-Qur’an. AL MUALLAQAT, 5(2), 1–10. https://doi.org/10.46870/jurnalbsa.v5i2.2263