Ilmu al-Ṣarf wa al-Naḥw: Ruang Lingkup, Sejarah, dan Relevansi Kajian Morfosintaksis dalam Linguistik Arab Modern
DOI:
https://doi.org/10.46870/jurnalbsa.v5i2.2027Keywords:
Sharf, Nahwu, Morfosintaksis, Linguistik Arab, Bahasa Arab ModernAbstract
Ilmu al-Ṣarf dan al-Naḥw merupakan dua disiplin utama dalam tradisi keilmuan bahasa Arab yang berperan penting dalam membentuk kerangka analisis morfosintaksis. Keduanya tidak hanya berfungsi sebagai perangkat normatif untuk menjaga ketepatan berbahasa, tetapi juga menjadi landasan konseptual bagi perkembangan kajian linguistik Arab, baik pada masa klasik maupun modern. Artikel ini bertujuan mengkaji ruang lingkup ilmu al-Ṣarf dan al-Naḥw, menelusuri perkembangan historisnya sejak kodifikasi awal bahasa Arab, khususnya melalui kontribusi al-Sibawaih, serta menganalisis relevansinya dalam perspektif linguistik Arab modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui telaah kritis terhadap karya-karya klasik dan literatur akademik kontemporer yang membahas morfologi, sintaksis, dan linguistik Arab. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif-analitis dan historis-komparatif untuk mengungkap kesinambungan serta transformasi konsep-konsep gramatikal dari tradisi klasik menuju pendekatan linguistik modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu al-Ṣarf dan al-Naḥw memiliki hubungan struktural yang saling melengkapi dan tetap relevan sebagai landasan kajian morfosintaksis bahasa Arab. Integrasi antara khazanah keilmuan klasik dan pendekatan linguistik modern memperlihatkan bahwa kedua disiplin tersebut bersifat dinamis dan adaptif, serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan linguistik Arab, pendidikan bahasa Arab, dan kajian kontekstual terhadap teks-teks Islam.



